MATERI PPKN KELAS 10 SEMESTER 1
MATERI PPKN KELAS 10 SEMESTER 2
A. Pengertian Gotong Royong
kata gotong royong berasal dari kata dalam bahasa Jawa. Kata ‘gotong’ dipadankan dengan kata ‘pikul atau angkat’. Sedangkan kata ‘royong’ dipadankan dengan bersama-sama. Secara sederhana kata tersebut berarti mengangkat sesuatu secara bersama-sama atau dapat diartikan juga sebagai mengerjakan sesuatu secara bersama-sama
Berdasarkan KBBI, gotong royong diartikan sebagai bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong, saling bantu-membantu. Dengan kata lain, gotong royong dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan bersama-sama dalam konteks sosial kemasyarakatan. Gotong royong juga dapat berarti keyakinan tentang pentingnya melakukan kegiatan secara bersama-sama dan bersifat sukarela sehingga kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan cepat, efektif, dan efisien.
Gotong royong merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan memiliki sifat sukarela. Supaya kegiatan yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar, ringan, dan juga mudah. Salah satu contoh yang bisa dilakukan secara gotong royong adalah pembangunan fasilitas umum, membersihkan lingkungan desa, atau kerja bakti.
Pengertian Gotong Royong Menurut Para Ahli
1. Menurut KBBI
Pengertian gotong royong menurut KBBI yaitu kerjasama atau tolong menolong, dan saling membantu diantara anggota atau suatu komunitas
2. Menurut Koentjaraningrat
Gotong royong merupakan sebuah kerjasama, dimana seseorang dikatakan beriman jika ia telah mencintai saudaranya sama seperti ia mencintai dirinya sendiri.
3. Menurut Sakjoyo dan Pudjiwati Sakjoyo
Mereka mengungkapkan bahwa gotong royong adalah adat istiadat tolong menolong antara orang-orang yang ada di berbagai macam lapangan kegiatan sosial. Baik itu berdasarkan hubungan tetangga, kekerabatan, dan berdasarkan efisien yang bersifat praktis serta ada juga kegiatan kerjasama yang lain.
4. Menurut Koentjaraningrat
Ia mengungkapkan bahwa gotong royong adalah salah satu konsep yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat yang berprofesi sebagai petani di dalam masyarakat agraris. Gotong royong adalah sebuah sistem pengerahan tenaga tambahan di luar keluarga guna mengisi kekurangan dalam rangka kegiatan produksi bercocok tanam.
5. Menurut Mubyarto
Gotong royong merupakan aktivitas bersama guna mencapai tujuan bersama.
MATERI PPKN KELAS 11 SEMESTER 1
UNIT 1
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
( Elemen : Pancasila )
1. Arti dan makna Ideologi
Bearasal dari bahasa Yunani : idein = melihat, logos = ilmu
Bahasa Inggris : idea = gagasan, cita cita, konsep, logia = ajaran
Ideology = Palsafah hidup (weltanscaung)
Menurut Destuff de Tracy (Filsuf Perancis) : ‘ ideology sebagai ilmu mengenai gagasan,pikiran yang menunjukkan jalan kebenaran menuju masa depan ‘.
Pendapat para ahli :
- Hegel : ideology adalah produk kebudayaan suatu masyarakat
- Soerjanto Poespowardoyo : ideology adalah konsep pengetahuan dan nilai yang menjadi landasan masyarakat
- Dr Alfian : ideology adalah pandangan mengenai cara mengatur tingkah laku bersama secara moral dianggap benar dan adil.
Jadi ideology adalah merupakan suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berbagai aspek kehidupan
2. Jenis Jenis Ideologi
a. Liberalisme
Yaitu ideology yang memiliki kebebasan individual, semua orang diberikan kesempatan yang sama, hak hak individual harus dilindungi dari campur tangan Negara
b. Marxisme – Komunisme
Yaitu ideology yang mengutamakan kebersamaan manusia (individu) daripada kebebasan invidu, materialism, yang menyangkal adanya jiwa rohani dan Tuhan
c. Sosialisme
Bahwa manusia adalah makhluk kreatif, sehingga untuk mendapatkan kebahagiaan harus melalui kerjasama
d. Nasionalisme
Bahwa Negara dan bangsa harus sama, mengedepankan kepentingan suatu bangsa
e. Fundamentalisme
Yaitu ideology yang menyatakan bahwa agama sebagai system politik, sebagai asas / fundamen Negara
MATERI PPKN KELAS 11 SEMESTER 2
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beraneka ragam karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, serta agama yang berbeda beda. Keanekaragaman tersebut terdapat di berbagai wilayah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman masyarakat kita merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Hal ini juga menjadi daya tarik bangsa lain untuk datang ke Indonesia. Namun, di balik semua itu, keberagaman masyarakat memiliki potensi timbulnya berbagai masalah dalam masyarakat, sebab salah satu karakteristik keberagaman adalah adanya perbedaan.
A. Pengertian Konflik
Konflik secara estimologi berasal dari kata kerja Latin yaitu "con" yang artinya bersama dan "fligere" yang artinya benturan atau bertabrakan.
Secara umum, konflik merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial di mana terjadi pertentangan atau pertikaian baik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, maupun kelompok dengan pemerintah.
Menurut Reksohadiprojo, (1986) bahwa : Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan antara dua atau lebih pihak.
Pandangan tradisional (The Traditional View). Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik disetarakan dengan istilah kekerasan (violence), kerusakan (destruction), dan tidak rasional (irrationality).
Pandangan hubungan manusia (The Human Relation View). Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi di dalam kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari karena di dalam kelompok atau organisasi pasti terjadi perbedaan pandangan atau pendapat antar anggota.
Pandangan interaksionis (The Interactionist View). Pandangan ini cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurut pandangan ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis – diri, dan kreatif.
B. Jenis Jenis Konflik
Bentuk Konflik pada Masyarakat Indonesia Berdasarkan jenisnya, berikut ini adalah bentuk konflik karena keberagaman yang ada di Indonesia, seperti :
1. Konflik antarsuku, yaitu pertentangan antara suku yang satu dengan suku yang lain. Perbedaan suku sering kali menyebabkan perbedaan adat istiadat, budaya, sistem kekerabatan, dan norma sosial dalam masyarakatnya. Pemahaman yang keliru terhadap perbedaan ini dapat menimbulkan masalah, bahkan konflik dalam masyarakatnya.
2. Konflik antaragama, yaitu pertentangan antara kelompok yang memiliki keyakinan atau agama berbeda. Konflik ini dapat terjadi antara agama yang satu dengan agama yang lain, atau antara kelompok dalam agama tertentu.
3. Konflik antarras, yaitu pertentangan antara ras yang satu dengan ras yang lain. Pertentangan ini dapat disebabkan sikap rasialis, yaitu memperlakukan orang berbeda-beda berdasarkan ras.
4. Konflik antargolongan, yaitu pertentangan antara kelompok atau golongan dalam masyarakat. Golongan atau kelompok dalam masyarakat dapat dibedakan atas dasar pekerjaan, partai politik, asal daerah, dan sebagainya.
5. Konflik Ideologi, yaitu konflik ini terjadi karena adanya perbedaan ideologi dalam masyarakat.
6. Konflik Politik, yaitu konflik politik adalah konflik yang terjadi karena pertentangan karena adanya perbedaan kepentingan dalam memperoleh kekuasaan dan merumuskan kebijakan pemerintah.
C. Latar Belakang Konflik
Penyebab Konflik dalam Masyarakat Konflik dalam masyarakat bukan merupakan proses yang terjadi secara tiba-tiba. Peristiwa ini terjadi melalui proses yang ditandai oleh beberapa gejala dalam masyarakat. Gejala yang menunjukkan adanya konflik sosial dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut.
1. Tidak adanya persamaan pandangan antarkelompok, seperti perbedaan tujuan, cara melakukan sesuatu, dan sebagainya.
2. Norma-norma sosial tidak berfungsi dengan baik sebagai alat mencapai tujuan.
3. Adanya pertentangan norma norma dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan bagi masyarakat.
4. Sanksi terhadap pelanggar atas norma tidak tegas atau lemah.
5. Tindakan anggota masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma yang berlaku.
6. Terjadi proses disosiatif, yaitu proses yang mengarah pada persaingan tidak sehat, tindakan kontorversial, dan pertentangan (konflik).
GALERY
GALERY
RPP PPKN
Bagi rekan-rekan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang membutuhkan perangkat pembelajaran, dipersilahkan untuk mendownloadnya disini ! Semoga membantu dan bermanfaat !
RPP PPKn Satu Lembar Kelas X SMK/SMA (Edisi Revisi 2021)
BAB I Nilai-Nilai Pancasila dalam Kerangka Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan Negara
BAB II Ketentuan UUD NRI 1945 Ttg WNI Penduduk Agama dan Kepercayaan Tuhan YME
BAB III Ketentuan UUD NRI1945 Tentang Wilayah Negara, Pertahanan dan Keamanan
BAB IV Kewenangan Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD NRI Tahun 1945
BAB V Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah
BAB VI Hakekat Bangsa dan Negara
BAB VII Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
BAB VIII Ancaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
BAB IX Wawasan Nusantara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
BAB XXX Lampiran - Lampiran
RPP PPKn Kelas X SMK/SMA (Edisi Revisi 2016)
BAB I Nilai-Nilai Pancasila dalam Kerangka Praktik Penyelenggaraan Pemerintahana Negara
BAB II Ketentuan UUD NRI Tahun 1945 dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
BAB III Kewenangan Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD NRI Tahun 1945
BAB IV Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah
BAB V Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
BAB VI Ancaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
BAB VII Wawasan Nusantara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
BAB XXX Lampiran - Lampiran
RPP PPKn Kelas X SMK/SMA
BAB I Tilas Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia
BAB II Pokok Kaidah Fundamental Bangsaku
BAB III Keutuhan Negara dalam Naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia
BAB IV Harmonisasi Pemerintah Pusat dan Daerah
BAB V Mengarungi Bahtera Keadilan Bangsa Indonesia
BAB VI Indahnya Hak dan Kewajiban dalam Berdemokrasi
BAB VII Merajut Kebersamaan dalam Kebhinnekaan
BAB VIII Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
RPP PPKn Kelas XI SMK/SMA
BAB I Menapaki Jalan Terjal Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia
BAB II Menelaah Ketentuan Konstitusional Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
BAB III Menelusuri Dinamika Demokrasi dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara
BAB IV Mengupas Penyelenggaraan Kekuasaan Negara
BAB V Menyiram Indahnya Keadilan dan Kedamaian
Bab VI Menyibak Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Bab VII Menatap Tantangan Integrasi Nasional
Bab VIII Menelusuri Dinamika Kehidupan Bernegara dalam Konteks Geopolitik Indonesia
Bab IX Mencermati Potret Budaya Politik Masyarakat Indonesia
RPP PPKn Kelas XII SMK/SMA
BAB I Kasus-Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara
BAB II Perlindungan dan Penegakan Hukum di Indonesia
BAB III Pengaruh Kemajuan IPTEK terhadap NKRI
BAB IV Dinamika Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Konteks NKRI
PROTA PROMES PPKN
Program Tahunan dan Program Semester 1 PPKn Kelas X (Edisi Revisi 2017)
Program Tahunan dan Program Semester 1 PPKn Kelas X (Edisi Revisi 2017)
Program Tahunan dan Program Semester 1 PPKn Kelas X (Edisi Revisi 2016)
Program Tahunan dan Program Semester 2 PPKn Kelas X (Edisi Revisi 2016)
Program Tahunan dan Program Semester 1 PPKn Kelas X SMK/SMA K-13
Program Tahunan dan Program Semester 2 PPKn Kelas X SMK/SMA K-13
Program Tahunan dan Program Semester Kelas XI
Program Tahunan dan Program Semester 1 PPKn Kelas XI SMK/SMA K-13
Program Tahunan dan Program Semester 2 PPKn Kelas XI SMK/SMA K-13
Program dan Program Semester Kelas XII
Program Tahunan dan Program Semester 1 PPKn Kelas XII SMK/SMA K-13
Program Tahunan dan Program Semester 2 PPKn Kelas XII SMK/SMA K-13
Kalender Pendidikan 2017
SILABUS PPKN
Silabus PPKn Kelas X SMK/SMA Semester 1 (Edisi Revisi 2017)
Silabus PPKn Kelas X SMK/SMA Semester 2 (Edisi Revisi 2017)
Silabus PPKn Kelas X SMK/SMA Semester 1 (Edisi Revisi 2016)
Silabus PPKn Kelas X SMK/SMA Semester 2 (Edisi Revisi 2016)
Silabus PPKn Kelas X SMK/SMA Semester 1
Silabus PPKn Kelas X SMK/SMA Semester 2
Silabus Kelas XI SMK/SMA
Silabus PPKn Kelas XI SMK/SMA Semester 1
Silabus PPKn Kelas XI SMK/SMA Semester 2
Silabus Kelas XII SMK/SMA
Silabus PPKn Kelas XII SMK/SMA Semester 1
Silabus PPKn Kelas XII SMK/SMA Semester 2






